Khutbah I
اَلْـحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى
وَالْفُرْقَانِ،
وَجَعَلَ
الْعِلْمَ نُوْرًا وَالإِيْمَانَ سَبِيْلًا لِلْأَمَانِ،
نَحْمَدُهُ
حَمْدًا كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا الرَّحْمٰنُ،
وَنَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الدَّيَّانُ،
وَنَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ السِّلْمِ وَالإِيْمَانِ
صَلَّى
اللّٰهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الْهُدَى وَالإِحْسَانِ.
أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ،
وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي
أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ
الصَّالِحَاتُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Hari ini kita memperingati Hari Santri Nasional, hari di mana kita mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga agama dan mengawal kemerdekaan bangsa Indonesia. Santri bukan hanya orang yang mondok, tapi siapa pun yang mau belajar agama, menjaga akhlak, dan cinta tanah air — ia sejatinya adalah santri.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ
وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara
kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ilmu dan iman adalah dua tiang peradaban. Tanpa keduanya, bangsa akan mudah goyah, kehilangan arah, bahkan kehilangan jati diri.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di masa modern
seperti sekarang, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda semakin berat.
Tidak hanya dalam Santri sejak zaman dahulu sudah menjadi benteng akidah,
penjaga moral, dan pejuang kemerdekaan. Mereka tidak hanya pandai mengaji,
tetapi juga berani berjuang melawan penjajah.
Para santri berpegang pada semboyan “Hubbul Wathan Minal Iman” — cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Cinta tanah air bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan menjaga kedamaian, menolak perpecahan, dan bekerja jujur di bidang masing-masing.
Sekarang, tantangan santri dan umat Islam bukan lagi penjajahan fisik, tapi penjajahan moral dan akhlak. Anak muda banyak yang terjerat oleh dunia digital tanpa arah. Maka tugas santri hari ini adalah menjaga akhlak dan nilai keislaman di tengah derasnya arus teknologi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ
أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Inilah ruh kesantrian: menjadi manusia yang bermanfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi lingkungan, bangsa, bahkan dunia.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Menjadi santri berarti menjadi penjaga nilai. Santri harus meneladani keikhlasan, kesederhanaan, dan keteguhan para kiai. Mereka berjuang dengan ilmu, bukan dengan emosi; dengan doa, bukan dengan kebencian.
Di tengah zaman modern, peran santri semakin dibutuhkan. Santri harus bisa berdiri tegak di tengah perubahan: berilmu luas tapi tetap rendah hati, paham teknologi tapi tetap beradab, cinta bangsa tapi tak lepas dari iman.
Kita ingin Indonesia yang merdeka ini melahirkan peradaban dunia yang damai, adil, dan bermartabat. Dan itu hanya bisa terwujud bila nilai-nilai pesantren — seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan gotong royong — dijalankan oleh seluruh masyarakat.
Mari kita jadikan peringatan Hari Santri ini sebagai momentum untuk
memperkuat tekad: menjaga kemerdekaan dengan iman, mengisi kemerdekaan dengan
ilmu, dan memajukan bangsa dengan akhlak.
بَارَكَ
اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ
فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ،
اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ
اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَتَعَلَّمُوْنَ لِوَجْهِكَ، وَيَعْمَلُوْنَ بِإِخْلَاصٍ
لِرِضَاكَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِيْنَ فِي الْعِلْمِ، وَالْمُخْلِصِيْنَ فِي
الْعَمَلِ، وَالْمُحِبِّيْنَ لِلْوَطَنِ وَالْإِيْمَانِ اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا
إِنْدُوْنِيْسِيَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَفِتْنَةٍ وَفَسَادٍ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ
شَعْبِهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَوَفِّقْ قَادَتَهَا لِلْحَقِّ وَالرَّشَادِ
،.

0 Komentar