أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَاتَّقُوهُ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ مِنْ شُعَبِ التَّقْوَى تَعْظِيمَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَإِكْرَامَ الْمُعَلِّمِينَ، فَإِنَّهُمْ سَرَاجُ الدُّنْيَا وَمِصْبَاحُ الْآخِرَةِ، وَمَنْ أَهَانَهُمْ أَوْ تَجَرَّأَ عَلَيْهِمْ، فَقَدْ أَهَانَ نُورَ الْإِسْلَامِ وَتَعَرَّضَ لِسَخَطِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ.
فَاتَّقُوا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَأَكْرِمُوا الْعُلَمَاءَ وَالْمُعَلِّمِينَ، فَإِنَّ تَعْظِيمَهُمْ مِنْ تَعْظِيمِ دِينِ اللهِ، وَاحْذَرُوا مِنَ التَّجَرُّؤِ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهَا سِمَةُ مَنْ سَلَبَ اللهُ مِنْ قَلْبِهِ نُورَ الْإِيمَانِ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah
dengan sebenar-benarnya takwa.
Beberapa waktu belakangan muncul fenomena yang mengusik hati umat: timbulnya
sikap serta tindakan yang kurang menghormati sebagian ulama dan guru, baik
berupa kata-kata yang merendahkan, sikap yang kurang sopan, maupun tindakan
yang melemahkan martabat lembaga pendidikan keagamaan. Kita redakan kata-kata emosi, namun tetap harus
tegas: adab terhadap guru harus dipelihara.
Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman (yang maknanya):
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengejek kaum yang lain;
boleh jadi mereka (yang diejek) lebih baik dari mereka; dan jangan pula
(seorang) perempuan (mengejek) perempuan lain; boleh jadi perempuan itu lebih
baik daripada perempuan yang diejek. Janganlah kamu saling mencela dan
janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk...” (QS. Al-Hujurât:
11)
Lebih khusus mengenai kedudukan orang berilmu, Allah berfirman:
“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud)
Oleh karena itu, memuliakan ulama dan guru adalah bagian dari menjaga
kehormatan agama dan ilmu.
Saudara-saudari jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita perlu menegakkan beberapa langkah praktis:
1. Memperteguh pendidikan adab di rumah dan di sekolah/pesantren.
2. Mengajarkan mekanisme yang benar bila ada konflik, bukan dengan hinaan.
3. Melindungi martabat ulama dan lembaga pendidikan dari cemoohan publik.
Allah berfirman:
Ada juga fenomena yang perlu kita soroti: sebagian siswa atau peserta didik yang berani bersikap menentang, meremehkan, atau bahkan melawan guru mereka—baik di ruang kelas, majelis pengajian, maupun di ruang publik seperti media sosial.
Fenomena ini berbahaya karena:
1. Merusak tata tertib pendidikan dan proses belajar-mengajar.
2. Memadamkan kehormatan yang menjadi syarat keberkahan ilmu.
3. Menandai krisis akhlak; jika anak-anak tidak diajarkan adab pada guru, bagaimana mereka akan memuliakan ilmu?
Rasulullah ﷺ bersabda:
Imam Al-Nawawi menegaskan:
Tanpa adab, ilmu kehilangan barakah dan manfaatnya
Marilah kita kembali mendidik generasi: guru harus dihormati, murid mesti
sopan; bila ada masalah, selesaikan dengan tata krama, dialog, dan mekanisme
yang benar — bukan dengan hinaan, kecaman, atau pembangkangan yang merusak.
Kita perlu
menegakkan beberapa langkah praktis:
1. Memperteguh pendidikan adab di rumah dan di sekolah/pesantren.
2. Mengajarkan mekanisme yang benar
bila ada konflik, bukan dengan hinaan.
3. Melindungi martabat ulama dan lembaga pendidikan dari cemoohan publik.
Semoga Allah melindungi ulama dan peserta didik kita, serta mengembalikan adab
yang mulia dalam setiap majelis ilmu.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، سَيِّدُ الْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَخْيَارِ الْبَشَرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ،
اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ مِنْ تَعْظِيْمِ اللهِ تَعْظِيْمَ أَهْلِ
الْعِلْمِ وَالْفَضْلِ. فَمَنْ أَكْرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ دِينَهُ، وَمَنْ
أَهَانَهُمْ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِسَخَطِ رَبِّهِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ
الَّذِينَ يُوَقِّرُونَ الْعُلَمَاءَ وَيُكْرِمُونَ الْمُعَلِّمِينَ، وَارْزُقْنَا
اْلْأَدَبَ مَعَ أَهْلِ الْفَضْلِ وَالْعِلْمِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا
غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ،
اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْهُمُ الْعَدَبَ وَالْإِخْلَاصَ
وَالْعِلْمَ النَّافِعَ.
اَللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا خَاصَّةً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً مِنَ الْفِتَنِ وَالزَّلَازِلِ وَالْمِحَنِ.

0 Komentar